Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto dan Yayasan Taratak Nan Tuo Sepakati Kajian Pengelolaan Tiga Museum Tematik
SAWAHLUNTO, 24 JULI 2026 – Bertempat di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, hari Jumat ini menjadi momentum penting bagi pelestarian cagar budaya kota tambang. Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto secara resmi menjalin sinergi taktis dengan Yayasan Taratak Nan Tuo untuk memperkuat tata kelola warisan budaya lokal.
Langkah ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Kajian Pengelolaan Museum Goedang Ransoem, Museum Situs Lubang Tambang Batubara Soero, dan Museum Kereta Api Sawahlunto.
Dokumen kesepakatan tersebut secara sah ditandatangani oleh Drs. Guspriadi, MM selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto dan Dr. Sri Setiawati, M.A selaku Pembina Yayasan Taratak Nan Tuo. Kerja sama ini terikat secara hukum di bawah Nomor: 100.3.7.1/03/SPK-DISBUD/SWL-2006 dan Nomor: AH.01.04/PKS.01-YTnT/VII/2026.
Fondasi Rekomendasi Jangka Panjang
Pelaksanaan kajian komprehensif terhadap ketiga museum ini ditargetkan menjadi kompas utama dalam merumuskan rekomendasi kebijakan di masa depan. Fokus utama dari kolaborasi ini mencakup tiga pilar penting, yaitu:
- Peningkatan Kualitas Tata Kelola: Menyusun sistem manajemen museum yang lebih modern, efektif, dan akuntabel.
- Optimalisasi Pelayanan: Meningkatkan fasilitas dan pemanduan guna memberikan pengalaman edukatif yang lebih prima bagi para wisatawan.
- Pengembangan Museum: Merancang strategi adaptif agar museum mampu mempertahankan daya tariknya di tengah perkembangan zaman, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai bagian dari Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.